Ini Keterangan Versi Keluarga Warga Rangkiling yang Ditembak Mati Polisi

Kajanglako.com, Sarolangun – Insiden penembakan seorang warga Desa Rangkiling, Indrawan alias Diwun (30) oleh Kapolsek Mandiangin hingga tewas, berujung dengan dicopotnya Iptu Jamaludin dari jabatannya sebagai Kapolsek Mandiangin oleh Kapolda Jambi.

Keluarga korban memiliki versi sendiri kenapa Diwun bisa sampai ditembak mati oleh polisi. Menurut Amri, kakak korban, adiknya itu berusaha memfasilitasi warga Desa Rangkiling untuk bisa masuk bekerja di perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Desa Rangkiling.

“Adik saya itu hanya merasa aneh kenapa ada lamaran di perusahaan batu bara tersebut, namun yang diterima orang luar,” kata Amri.

Berdasarkan hal inilah korban berusaha menemui manajer perusahaan batu bara tersebut untuk pengawas operasi perusahaan. Namun kata Amri, di dalam perusahaan tambang tersebut justru terjadi cekcok atau perkelahian.

“Sehingga pihak perusahaan melaporkan hal ini ke Polsek Mandiangin, dengan alasan Indrawan dituduh sebagai provokasi, mengacau dan membuat keributan di dalam perusahaan tersebut,” katanya.

Masih menurut Amri, atas laporan tersebutlah Polsek Mandiangin Minggu (17/6) malam melakukan penggerebekan dan menangkap Indrawan, karena dianggap melawan lalu polisi melakukan penembakan hingga Indrawan tewas.

“Mendengar suara tembakan spontan warga keluar dan polisi pun melarikan diri untuk menyelamatkan diri,” katanya. (kjcom)

 
Chat via Whatsapp